Aplikasi Keluarga Sehat: Fitur & Cara Penggunaan

  • Share
Aplikasi Keluarga Sehat

Aplikasi Keluarga Sehat baru-baru ini tengah menjadi sebuah topik perbincangan yang hangat. Banyak orang yang mendengar kabar tentang aplikasi ini tapi belum mengerti dengan manfaat, fitur, ataupun cara penggunaannya.

Melihat hal ini, tentu kami tergerak untuk menyajikan informasinya untuk Anda. Jika Anda ingin tahu lebih lanjut mengenai aplikasi dari pemerintah ini, mari simak artikel ini hingga selesai. 

Apa itu Aplikasi Keluarga Sehat?

Aplikasi Keluarga Sehat

Aplikasi Keluarga Sehat merupakan sebuah inovasi dari Kementrian Kesehatan sebagai bentuk upaya untuk mendukung Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga atau disingkat PIS-PK. 

Aplikasi ini pertama kali diluncurkan oleh Pusdatin pada tahun 2015 lalu dengan nama Prokesga. Saat itu, aplikasi ini ditujukan untuk membantu proses pelayanan dan pendataan pasien yang dilakukan oleh fasilitas kesehatan dari berbagai daerah. Lalu, seiring berjalannya waktu aplikasi ini mengalami perubahan nama dan upgrade fitur.

Baca Juga : Cara Mematikan Laptop Windows Menggunakan Keyboard

Pada tahun 2016 Prokesga kemudian berubah menjadi Aplikasi Keluarga Sehat dan berlangsung hingga saat ini. Aplikasi ini merupakan salah satu bentuk komitmen dari pemerintah untuk selalu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat di Indonesia. 

Aplikasi ini akan membuat para surveyor lebih mudah dalam mengumpulkan data dari seluruh keluarga di Indonesia, baik itu di daerah yang sudah memiliki akses internet ataupun tidak.  

Fitur Aplikasi Keluarga Sehat

Hadirnya aplikasi ini di tengah masyarakat dibekali dengan beberapa fitur yang fungsional. Beberapa diantaranya yaitu sebagai berikut.

1. Fitur Tahun Aktif

Fitur pertama yang disertakan dalam aplikasi ini yaitu fitur tahun aktif. Ini merupakan fitur khusus untuk admin pusat saja. Melalui fitur ini, admin pusat bisa menentukan waktu atau periode tahun aktif untuk membuat laporan survey data. Dengan demikian, surveyor hanya bisa memasukan data pada tahun aktif saja dan tidak dapat memasukan data pada periode tahun yang tidak aktif.

2. Fitur Transfer Wilayah Kerja

Fitur ini juga hanya terdapat di admin pusat saja. Melalui fitur ini, admin bisa memindahkan data suatu keluarga dari Puskesmas A ke Puskesmas B apabila keluarga tersebut berpindah tempat tinggal.

3. Fitur Wilayah Kerja

Fitur wilayah kerja merupakan fitur khusus untuk admin yang ada di Puskesmas. Fitur ini memungkinkan admin puskesmas dapat memetakan wilayah kerja Puskesmas yang diketahui. Adapun caranya yaitu dengan mendaftarkan wilayah kerja Puskesmas tersebut per desa atau per kelurahan, baik itu dalam satu wilayah kecamatan atau lebih. 

4. Fitur Rukun Warga

Seperti namanya, fitur yang satu ini akan membantu mendaftarkan RT dan RW sesuai dengan wilayah kerjanya, baik itu secara per desa ataupun per kelurahan. Selain itu, ini merupakan fitur khusus untuk admin Puskesmas saja.

Jika terdapat daerah yang ternyata tidak memiliki RT ataupun RW, maka Puskesmas daerah tersebut bertanggung jawab untuk melakukan inventarisasi daerah dengan cara melakukan penomoran secara mandiri.

5. Fitur Sasaran Wilayah

Masih merupakan fitur yang dikhususkan untuk admin Puskesmas. Fitur sasaran wilayah ini akan membantu menentukan jumlah target atau sasaran yang akan didata di suatu wilayah kerja Puskesmas. Biasanya, target ini akan didasarkan pada angka keluarga sasaran pada suatu wilayah kerja Puskesmas, baik itu per desa ataupun per kelurahan.

6. Fitur Target Surveyor

Fitur target Surveyor merupakan sebuah fitur yang memungkinkan admin Puskesmas bisa membuat sebuah target kerja yang harus dicapai oleh surveyor. Tujuan dibuatnya target ini ialah untuk mempercepat proses pendataan kesehatan keluarga pada suatu wilayah.

Selain itu, adanya target ini juga dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan peduli dari surveyor terhadap data keluarga yang sudah merupakan tugasnya. Fitur ini pun hanya bisa digunakan oleh admin Puskesmas saja. 

7. Fitur Monitoring Wilayah

Fitur monitoring wilayah berfungsi untuk mengawasi atau memonitoring pencapaian kerja dari para surveyor dan Puskesmas. Caranya yaitu dengan membandingkan angka yang sudah ditetapkan sebagai target, dengan angka data keluarga yang didapatkan.

8. Fitur IKS Puskesmas

IKS merupakan singkatan dari Indeks Keluarga Sehat. Fitur ini memuat indeks keluarga sehat pada setiap wilayah yang didapatkan berdasarkan indikator tertentu.

9. Fitur Crosstab

Fitur terakhir yang bisa kita temukan pada aplikasi ini yaitu Crosstab. Fitur ini berfungsi sebagai analisator data yang telah dimasukan. Proses analisa data ini dilakukan dengan cara menggunakan raw data yang sudah diunduh menggunakan akun aplikasi admin Puskesmas. 

Selanjutnya, data tersebut akan diolah secara mandiri untuk kemudian diunggah kembali. Raw data yang sudah terunggah dapat digunakan dan dikostumisasi dalam bentuk Crosstab analisis data dan bisa disajikan dalam bentuk grafik, tabulasi, atau bentuk lainnya.

Cara Mengakses Aplikasi Keluarga Sehat

Aplikasi Keluarga Sehat

Setelah mengetahui fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi tersebut, mungkin Anda juga penasaran bagaimana cara mengaksesnya. Tenang, kami juga telah menyiapkan informasinya untuk Anda di bawah ini.

1. Website

Jika Anda mengaksesnya melalui website, ada beberapa jenis modul yang masing-masing memiliki fungsi dan peran yang berbeda. 

  • Administrator

Melalui modul ini, Anda bisa mengatur menu pada akun yang dimiliki pada aplikasi. Selain itu, Anda juga bisa mengatur informasi pengguna jika suatu saat diperlukan.

  • Dashboard

Pada modul Dashboard, Anda bisa melihat output informasi total keluarga yang sudah didata. Output informasi ini bisa dilihat berdasarkan kategori cakupan wilayah. Selain itu, modul ini juga memungkinkan Anda untuk menyajikan output informasi agregat yang didapatkan dari hasil perhitungan data di lapangan.

  • Kuesioner

Modul kuesioner memungkinkan Anda untuk memasukan informasi data lapangan ke database dengan lebih praktis. Pasalnya, proses input data tersebut dilakukan secara online

2. Android

Sama seperti sebelumnya, pada platform Android Anda juga akan menemukan beberapa modul diantaranya sebagai berikut.

  • Dashboard

Meskipun hampir sama dengan yang ada di platform website, modul Dashboard yang ada di aplikasi versi Android memiliki fungsi yang lebih lengkap. Modul ini mendukung pengguna untuk melihat data output jumlah keluarga yang telah didata sesuai dengan urutan wilayah.

Modul ini terdiri dari Indeks Keluarga Sehat (IKS) wilayah serta status pendataan. Perbedaannya yaitu, status pendataan merupakan sebuah interface aplikasi yang akan mempermudah pengguna untuk bisa mengulas status pendataan pada Indeks Keluarga Sehat yang dilakukan oleh pihak Puskesmas secara berjenjang.

  • Kuesioner

Melalui modul kuesioner ini, pengguna bisa mengisi data lapangan secara langsung ke database Aplikasi Keluarga Sehat. Proses input data ini bisa dilakukan secara online ataupun offline.

Cara Penggunaan Aplikasi Keluarga Sehat

Untuk bisa menggunakan aplikasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota perlu mengajukan permohonan akses terlebih dahulu. Permohonan ini dibuat untuk Kementerian Kesehatan dan berisi informasi calon pengelola Aplikasi Keluarga Sehat di Puskesmas yang terdiri dari:

  • 1 orang Supervisor (koordinator pengumpul data lapangan)
  • 1 orang administrator Puskesmas,
  • Kepala Puskesmas,
  • 10 orang surveyor.

Data tersebut kemudian dilengkapi dengan kode Puskesmas, nama Puskesmas, alamat Puskesmas, nama lengkap, NIP, NIK calon supervisor, calon surveyor, administrator, dan kepala Puskesmas. Selain itu, jangan lupa untuk menyertakan masing-masing jabatan, nomor HP, dan email masing-masing.

Selanjutnya, kirimkan data tersebut menuju Kementerian Kesehatan. Alamatnya yaitu Jl. H.R. Rasuna Said Blok X.5 Kav. 4-9, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12950. Bisa juga Anda mengirimkannya secara online melalui email [email protected].

Setelah data tersebut sampai ke Pusat Data Kementerian Kesehatan, tinggal menunggu diverifikasi dan diproses. Jika surat yang diajukan sudah lengkap dan benar, maka selanjutnya adalah generasi akun Dinas kesehatan Kabupaten atau Kota.

Selanjutnya, KemenKes akan mengirimkan akun Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota, serta admin Puskesmas. Setelah akun tersebut diterima, Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota wajib mendistribusikannya pada setiap akun admin Puskesmas. 

Selanjutnya, distribusi akan dilanjutkan oleh kepala Puskesmas kepada surveyor atau pengumpul data. Setelah itu, surveyor akan melihat data lapangan data agregat Puskesmas, review data agregat kabupaten/kota, agregat data nasional, serta mengunduh data dengan format .csv.

Itu dia informasi lengkap mengenai Aplikasi Keluarga Sehat. Semoga informasi ini cukup dapat dimengerti dan kita bisa menjalankan program pemerintah ini dengan sebaik-baiknya. 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.